19 WNI yang Ditahan di Afsel Siap Pulang ke Indonesia

19 WNI yang Ditahan di Afsel Siap Pulang ke Indonesia

- detikNews
Rabu, 01 Des 2010 17:43 WIB
19 WNI yang Ditahan di Afsel Siap Pulang ke Indonesia
Jakarta - 19 WNI yang ditahan di Durban, Afrika Selatan kini sudah menghirup udara bebas. Mereka sudah bersiap pulang ke Indonesia. Para WNI yang sebelumnya bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) ini kini sudah berada di Kota Pretoria.

"Dalam waktu dekat akan pulang, sekarang ditampung di kantor Imigrasi," kata juru bicara Kemlu Michael Tene di Jakarta, Rabu (1/12/2010).

19 WNI itu, sudah mendapat tempat dan makanan yang layak. Sebelumnya mereka dipenjara pihak kepolisian Durban karena dilaporkan pemilik kapal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para WNI ini menolak menandatangani kontrak kerja yang dianggap memberatkan, hingga akhirnya mereka memilih turun dari kapal. Tanpa dokumen mereka dilaporkan ke polisi setempat dan ditahan.

"Sekarang sudah disiapkan dokumennya. Rencananya besok, Kamis akan pulang ke Indonesia," tambahnya.

Pihak Kemlu juga memastikan bahwa KBRI Pretoria memonitor proses pemulangan dan memfasilitasi kebutuhan seperti makanan tambahan yang diperlukan.

"Fasilitas penampungan sementara di Krugersdorsp-Pretoria yang diberikan untuk para ABK dinilai cukup memadai dengan kebutuhan standar untuk akomodasi," tutur jubir Kemlu, Kusuma Habir.

Diketahui pihak KBRI mendapat laporan mengenai 19 WNI ini pada Jumat (12/11). KBRI mendapatkan laporan adanya 19 WNI di kapal El-Shadai berbendera Afrika Selatan yang terlibat perselisihan dengan pemilik kapal.

Akibat perselisihan tersebut, para ABK memilih untuk turun kapal keesokan harinya dan melaporkan perselisihan tersebut kepada Seafarer’s Association di Durban (500 Km dari Pretoria) yang kemudian selama 3 malam para ABK ditampung sementara oleh Seafarer’s Association.

Dalam upaya mencari penyelesaian tersebut, KBRI Pretoria pada 12 November lalu, segera mengirimkan staf ke Durban untuk membantu para ABK WNI tersebut dan memberikan bantuan berupa makanan dan keperluan dasar lainnya.

Pihak KBRI juga memastikan kondisi kesehatan para ABK WNI. KBRI Pretoria terus memastikan bantuan makanan bagi para ABK WNI di Westville dan bantuan keperluan lainnya sampai dengan pemulangan para ABK.

Pada 16 November 2010, Kapal El Shadai meninggalkan pelabuhan Durban pada malam hari dan membawa dokumen paspor dan barang-barang pribadi ABK Indonesia yang masih berada di kapal tersebut. Sejak 16 November 2010, para ABK WNI 'ditampung' di Kantor Polisi Westville, Durban. Kapal El Shadai sendiri menurut jadwal akan kembali ke pelabuhan Durban pada 5 Desember 2010.
(ndr/fay)


Berita Terkait