Pantauan detikcom, Kamis (1/12/2010), walaupun sudah bubar akses ke arah masuk dalam kompleks masih ditutup warga dengan menggunakan bangku dan ban. Sehingga lalu lintas yang bisa melintas hanya kendaraan roda dua. Sebagian warga juga masih terlihat siaga di beberapa titik menuju kompleks.
Koordinator warga, Mayor Jenderal (Purn) Syamsudin mengatakan, warga secara bergiliran selama 24 jam tetap siaga. Mereka berjaga-jaga jika tiba-tiba eksekusi jadi dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu sampai ada putusan pengadilan. Kalau kita kalah kita dengan besar hati akan kosongkan rumah," ujar Syamsudin.
Informasi yang dikumpulkan detikcom, saat ini dari 117 rumah, 35 KK sudah meninggalkan rumah. Umumnya yang meninggalkan rumah adalah janda-janda tua yang mengalami intimidasi dan diiming-imingi ganti rugi Rp 20 juta oleh Direktorat Zeni. Namun janda-janda itu baru diberi Rp 5 juta.
Puluhan rumah kini juga sudah rata dengan tanah. Tampak juga beberapa pekerja bangunan sudah menghancurkan rumah-rumah tersebut.
(nik/nwk)










































