"Komisi III dan Komisi VI DPR membatalkan kunjungan ke India, Inggris, dan
China. Oleh karena itu sekarang harus mengganti uang tiket dan akomodasi yang sudah disiapkan Rp 1 miliar," ujar Wakil Ketua DPR, Anis Matta, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2010).
Untuk itu, Anis menuturkan, fraksi sedang mempersiapkan dana untuk mengganti
anggaran tersebut. Sebab, pembatalan kunker ke luar negeri adalah keputusan
masing-masing fraksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
diganti," ujar Anis.
Pimpinan DPR sendiri tidak bisa banyak berbuat. Anis berkilah, pimpinan DPR
mendorong kepergian anggotanya untuk studi banding ke luar negeri.
"Kita kan mendorong mereka berangkat ke luar negeri, namun mereka sendiri yang membatalkan," papar Anis.
Sebelumnya FPAN DPR juga siap nombok sebesar Rp 70 juta untuk membatalkan
kunjungan ke luar negeri. FPAN sebagai fraksi yang pertama kali menyuarakan
moratorium kunjungan DPR ke luar negeri.
(van/gun)











































