"Pagi tadi jam 08.00 WIB, ditemukan 2 rangkaian bom molotov yang terdiri dari bensin yang dimasukkan ke dalam 5 botol air mineral, detonator, timer, serta baterainya. Semuanya dikemas dalam 1 dus," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (1/12/2010).
Dikatakan dia, rangkaian bom itu dimasukkan ke dalam pos polisi lalu lintas Karang, dan pos polisi di depan Rumah Sakit Islam Klaten. Keduanya, berada di Jalan raya Yogyakarta-Solo.
"Rangkaian bom tersebut tidak meledak dan sudah dijinakkan oleh tim jihandak dan sudah diurai supaya tidak meledak," ujar Iskandar.
Iskandar menegaskan ini bukan bom rakitan. "Ini bom molotov, dirakit sedemikian rupa karena kan ada timer, juga ada baterainya serta detonator. Tetapi, kalau dilihat dari isi, ini bom molotov karena menggunakan bensin, bukan dari mesiu," jawab Iskandar.
Iskandar mengatakan, timer bom molotov masih menyala saat ditemukan. Namun bom tersebut tidak meledak. Barang ini bukan low atau high explosive karena bahan bakunya cuma minyak, bukan bahan explosive."Mungkin karena masalah teknis tetapi sudah dijinakkan," kata Iskandar.
Iskandar menduga, bom molotov diletakkan di pos polisi pada malam hari. "Pos polisi itu, terutama pos lalu lintas tidak ditunggu kalau malam. Ditunggunya kalau ramai saja. Berarti barang itu masuknya malam," kata dia.
(aan/fay)











































