"Ini tidak serius. Cuma setengah hati," ujar peneliti politik Charta Politika, Arya Fernandes kepada detikcom, Selasa (30/11/2010).
Arya menjelaskan jika BK DPR ingin benar-benar melakukan pembenahan maka yang harus dilakukan adalah mengganti anggota badan kehormatan ini dengan orang yang kompeten. Bukan mempertahankan wajah-wajah lama yang justru dipermasalahkan karena kunjungan ke Turki beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya menduga Fraksi sulit mengganti perwakilan mereka di BK DPR karena rata-rata anggota BK dipilih dari anggota fraksi yang cukup senior dan memiliki posisi kuat di parpol.
"Sulit mengganti orang-orang kuat dengan orang baru," tambah dia.
Arya menilai sebenarnya jika berfikir jangka panjang, yang dirugikan jika para anggota dewan ini tidak bebenah adalah mereka dan partai mereka sendiri. Jika kepercayaan rakyat terus menurun, maka bukan tidak mungkin dalam pemilu mendatang apatisme politik akan muncul.
"Ini yang harusnya dikhawatirkan jika tidak ada pembenahan," tutupnya.
(rdf/Ari)











































