Satu Lagi Jamaah Haji Indonesia Positif Mengidap Flu Babi

Laporan dari Arab Saudi

Satu Lagi Jamaah Haji Indonesia Positif Mengidap Flu Babi

- detikNews
Rabu, 01 Des 2010 07:06 WIB
Satu Lagi Jamaah Haji Indonesia Positif Mengidap Flu Babi
Madinah - Seorang jamaah haji asal Indonesia berinisial SH0 dari kloter 48 Solo (S0C) dinyatakan
positif terkena flu babi (H1N1). Jamaah tersebut kini dirawat secara intensif di
ruang ICU RS King Fahad Madinah.

"Tidak perlu khawatir berlebihan, H1N1 sekarang ini sudah bukan lagi kasus yang
dianggap oleh WHO sebagai pandemik, tapi sudah dianggap sebagai common flu," kata
Wakadaker Madinah Bidang Kesehatan dr Mawari Edy.

Hal itu disampaikan dokter Edy di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah,
Selasa (30/11/2010). Ikut mendampingi Edy, dalam jumpa pers tersebut adalah Kepala
BPHI dr Subagyo dan Kepala Seksi Sanitasi dan Surveilans (Sansur) Zainal Ilyas.

SHO merupakan jamaah ketiga yang positif terjangkiti H1N1. Sebelum SHO, dua jamaah
sudah terjangkit H1N1 yaitu ST dari embarkasi Surabaya yang kini sudah wafat dan
seorang jamaah yang masih dirawat di RS Al Wadi Mina. Kedua jamaah tersebut diduga
terkena H1N1 saat berada di Makkah. Sementara SHO merupakan pasien H1N1 pertama di
Madinah.

SHO bersama jamaah kloter 48 SOC tiba di di Madinah  Jumat (26/11/2010). Saat tiba
kondisi SH0 sudah lemas dan mengeluh sesak nafas maka langsung dibawa ke dokter
sektor II Madinah. Dari sektor II, SHO dibawa ke BPHI. Karena kondisi memburuk, pria
berusia 56 tahun itu lalu dirujuk ke RS King Fahad.

Menurut Ketua Kloter 48 S0C Aidi Johansyah, saat berangkat haji dari tanah air SHO
dalam kondisi sehat. Setelah 7 hari di Makkah, SHO mulai batuk-batuk dan kondisinya
makin parah saat melakukan ibadah melontar jumroh di Mina.

"Sampai Madinah, karena kondisinya sudah lemah kita rujuk ke sektor. Jadi belum
sempat masuk kamar," kata Aidi.

SH0 kini diisolasi di RS King Fahad. Ia tidak boleh mendapat kunjungan. Istri yang
berangkat haji bersama SH0 dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala-gejala
H1N1.

"Karena masih diisolasi tidak boleh dijenguk," kata dr Edy.

Dr Edy memastikan telah dilakukan upaya-upaya pencegahan agar H1N1 tersebut tidak
menular. Orang yang berhubungan denga SH0 telah dipantau dan akan terus dipantau
selama 5 hari ke depan. Bila ditemukan gejala H1N1 maka akan segera ditangani.

Dr Edy juga mengimbau jamaah agar menerapkan pola hidup bersih dan makan yang
teratur. "Ini kasus pertama di Madinah dan semoga yang terakhir," harap Edy.
(iy/Ari)


Berita Terkait