Raudah Tutup Jamaah Tetap Mengantre

Laporan dari Arab Saudi

Raudah Tutup Jamaah Tetap Mengantre

- detikNews
Rabu, 01 Des 2010 01:42 WIB
Raudah Tutup Jamaah Tetap Mengantre
Makkah - Ada waktu-waktu khusus untuk bisa masuk dan berdoa di raudah. Kadangkala saat jadwal buka dengan alasan tertentu, taman Nabi Muhammad di Masjid Nabawi tersebut tetap ditutup.

Untuk jamaah perempuan, masuk raudah diatur tiga kali dalam sehari. Pertama, setelah matahari terbit, kedua setelah salat zuhur dan ketiga setelah salat isya.

Pengumuman tersebut dipasang di pintu penyekat raudah dalam bahasa Arab dan Inggris. Sejumlah askar berjaga di depan penyekat tersebut untuk mengantisipasi jamaah yang memaksa masuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raudah, Selasa (30/11/2010), ini ternyata tutup untuk waktu ziarah setelah salat zuhur. Beberapa askar perempuan memberitahu jamaah bila raudah tidak akan dibuka siang ini. Tempat paling favorit untuk berdoa di Madinah itu baru akan buka setelah salat isya. "Ba'da isya Hajjah," kata seorang askar berkali-kali.

Namun jamaah tetap saja mengantre. Sebagian tidak menggubris dan tetap berdiri di depan pintu penyekat raudah. "Kita tunggu sajaΒ  siapa tahu nanti buka," kata Mbah Nah, salah seorang jamaah asal Boja, Kendal, Jawa Tengah.

Sekitar pukul 13.40 waktu Arab Saudi, dinding penyekat yang menuju raudah dibuka. Jamaah segera berebutan masuk. Tapi setelah sekat yang dibuka itu ternyata masih ada sekat lainnya. Sekat kedua yang berupa kayu berplitur coklat itu tetap ditutup.

"Hajjah tidah perlu menunggu, raudah baru akan buka setelah salat isya," kata askar wanita dengan pengeras suara. Dalam bahasa Inggris dan Arab, sang askar terus menerus mengimbau jamaah agar menggunakan waktu untuk berdoa atau membaca Alquran daripada berdiri menunggu raudah dibuka.

Sejumlah jamaah menuruti imbauan sang askar. Namun mayoritas lainnya tetap menunggu dengan setia. Sebagian berdiri, sebagian mulai duduk dan berdoa. Jamaah tetap berharap raudah akan buka siang ini.

Raudah adalah ruangan di Masjid Nabawi yang letaknya di antara mimbar dan kamar Rasullah. Ruangan ini dibingkai penyekat kain berwarna putih.

Hadis riwayat Abu Hurairah menyebutkan Nabi Muhammad bersabda, di antara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.

Ibadah yang dilakukan di Raudah, diriwayatkan Ibn Hajar, akan membawa sang pendoa ke surga. Raudah juga merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa.

Wajarlah bila Raudah menjadi primadona para jamaah haji. Bahkan para jamaah berebutan dan rela berdesak-desakan untuk bisa berdoa di Raudah.


(iy/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads