"Sering berantem. Terakhir sekitar seminggu lalu keduanya cekcok. Malam minggu kemarin terdengar Bu Tuti menjerit. Suaranya seperti dicekik," kata pemilik kontrakan, Aisyah (68) di lokasi kejadian, RT 5/3 Pandean, Desa Banyu Biru Kecamatan Dukun, Muntilan, Magelang, Selasa (30/11/2010).
Tuti kemungkinan telah dieksekusi Dayat sebelum hari Minggu (28/11/2010) menjadi sedikitnya 4 bagian yakni kepala, kaki, pinggul dan dada. Sebab, menantu Tuti, Suwardi tidak mendapati korban di rumahnya saat hendak mengambil televisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kapolres Magelang AKBP Kif Aminanto menyatakan anak buahnya tengah mengejar Dayat yang raib.
Dayat sehari-hari bekerja sebagai sopir bus AKAP Ramayana. Dia menikahi Martuti dengan status janda beranak tiga yakni Ina, Tia, dan Diki. Ketiga anaknya tidak tinggal serumah dengan Dayat-Martuti.
(Ari/rdf)











































