Kepala Korban Mutilasi Ditemukan Dalam Panci di Muntilan

Kepala Korban Mutilasi Ditemukan Dalam Panci di Muntilan

- detikNews
Selasa, 30 Nov 2010 22:38 WIB
Magelang -
Pembunuhan dengan cara mutilasi terjadi di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Bagian kepala ditemukan di dalam panci. Sementara kaki kiri, dada dan pinggul korban, tergeletak di ember yang jaraknya tidak berjauhan.

"Itu positif mutilasi," kata Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Slamet Riyadi di lokasi kejadian, RT 5/3 Pandean, Desa Banyu Biru Kecamatan Dukun, Muntilan, Magelang, Selasa (30/11/2010).

Peristiwa tersebut terjadi di rumah Dayat (45) yang kini tengah diburu polisi. Korban diyakini sebagai istrinya, Martuti (40). Aksi jahat itu diketahui pertama kali oleh anak tiri Dayat, Ina (25).

"Saat itu saya mencari ibu saya yang dari Sabtu tidak pulang-pulang. Tetapi rumah dikunci. Saya minta kunci duplikat ke pemilik kontrakan," kata Ina di lokasi.

Saat hendak dibuka, ternyata bau menyengat sudah tercium. Selain itu, kunci telah diganti oleh Dayat sehingga tidak bisa dibuka. Karena kecurigaan itu, Ina bersama pemilik kontrakan, Suhadi (70) memanggil Ketua RT, Ketua RW dan polisi untuk mendobrak bersama-sama.

"Potongan tubuh dalam tas kresek putih. Diantara panci dan ember ditemukan bubuk kopi yang disebar," ucap Suhandi.

Menurut sejumlah tetangga, hubungan Dayat dengan Martuti dikenal tidak harmonis. Keduanya sering terlibat cekcok. Terakhir kali, tetangga mendengar adu mulut 10 hari lalu. Sementara pada Sabtu (27/11/2010), terdengar suara jeritan dari rumah Dayat.

"Dayat orangnya emosional dan juga dan sering bertengkar. Tidak menduga ada kejadian di kontrakan ujung kanan nomor 1," ucap Supardi, pemilik warung rokok yang berjarak 50 meter dari lokasi.

Peristiwa tersebut mengundang ratusan warga yang ingin menonton lokasi kejadian. Saat olah TKP, Ina sempat pingsan di depan kerumunan warga usai meengetahui ibunya dipotong-potong hingga tidak bernyawa.

Dayat sehari-hari bekerja sebagai sopir bus AKAP Ramayana. Dia menikahi Martuti dengan status janda beranak tiga yakni Ina, Tia, dan Diki. Ketiga anaknya tidak tinggal serumah dengan Dayat-Martuti.
(Ari/rdf)


Berita Terkait