Itulah penampilan pasukan angkatan darat kedua negara yang melakukan puncak
Latihan Bersama, SAFKAR-Indopura ke-22 Tahun 2010 di Markas Pusat Pendidikan
Infanteri AD, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa(30/11/2010).
Latihan bersama ini sudah dimulai sejak 21 November 2010 lalu. Latihan diawali dengan sejumlah latihan gladi posko. Latihan gabungan melibatkan 600-an prajurit. Terdiri dari 300 prajurit SAF dari Divisi 3 Infanteri. Sementara TNI AD juga mengerahkan 300 orang yang terdiri dari Brigade Infanteri 13/1 Kostrad, Batalyon 321/Galuh Taruna, Batalyon 303/Setya Perlaya, dan masing-masing satu Kompi Mekanik, Yonzipur, Yonkes, Yonbekang, satu pleton Kompi Perhubungan dan satu tim Polisi Militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kedua tempat ini, kelompok insurjensi berupara melakukan teror untuk menguasai obyel vital negara. Setelah mendapatkan tugas dari Komando Operasi Jawa Barat (Jabar), kedua tim pasukan gabungan ini melakukan inflitrasi, penyusupan dan pengendapan untuk mengetahui lokasi dan jumlah kekuatan musuh sejak, Senin (29/11/2009) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.
Keesokan harinya, sekitar pukul 07.00 WIB, kedua pasukan mendapat perintah untuk menyerang, melumpuhkan dan menghancurkan kelompok insurjensi tersebut. Aksi tembak-menembak, aksi lempar granat pun terjadi. Suara renteten senjata laras panjang, senjata otomatis diiringi suara dentuman bom TNI hampir tiga jam tak henti-hentinya terputus. Namun akhirnya, pasukan TNI AD dan SAF pun berhasil melumpuhkan kelompok.
Melihat aksi prajuritnya, KSAD Jenderal TNI Goerge Toissuta mengatakan, gembira dengan latihan bersama ini. Latiha sendiri selain untuk meningkatkan kemampuan profesional para prajurt. Juga sebagai sarana meningkatkan hubungan persahabatan kedua angkatan darat.
Walau angkatan darat kedua negara ini memiliki doktrin, sejarah dan tradisi yang berbeda. Namun, menurut Goerge, karena dilandasi oleh semangat ASEAN, latihan ini bisa memberikan pengalaman yang berarti bagi kedua AD ini. Begitu juga, Chief of Army Singapura Mayjen Chan Chun Sin mengatakan hal yang sama. Namun, latihan ini membawa pengalaman baru bagi AD Singapura dalam latihan menumpas kelompok insurjensi ini dari Indonesia.
"Saya percaya, kita akan terus meningkatkan pertukaran profesionalisme di masa datang. Hubungannya kita untuk mengamankan dan mencapai stabilitas di wilayah kawasan. Inilah tujuan bersama dua negara," ungkap Chan Chun Sin.
(zal/rdf)










































