5 Makam & Jenazahnya Hilang Diterjang Lahar Dingin di Magelang

5 Makam & Jenazahnya Hilang Diterjang Lahar Dingin di Magelang

- detikNews
Selasa, 30 Nov 2010 18:16 WIB
5 Makam & Jenazahnya Hilang Diterjang Lahar Dingin di Magelang
Magelang - Hujan deras yang terjadi selama sore ini kembali mengakibatkan banjir lahar dingin di Kali Putih salah satu hulu sungai di lereng Merapi. Akibatnya, lima makam beserta jenazahnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Glagah Sirahan, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang, lenyap tergerus banjir.

Kelima makam itu adalah makam atas nama Sabar, Joyo, Dullah, Yasari dan satu lagi makam yang tidak diketahui atas nama siapa. Juru kunci makam, Sumanto Utomo (55) menyayangkan kerusakan itu.

Sumanto saat ditemui detikcom Selasa (30/11/201) di Kompleks TPU Dusun Sirahan, menyatakan banjir lahar dingin yang terjadi berkali-kali awalnya hanya menggerus tanggul yang berjarak sekitar 50 meter dari makam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sore ini ternyata derasnya arus banjir lahar dingin terus menggerus bagian makam hingga menjadi tepian sungai. Malah, lima makam yang ada di kompleks pemakaman ikut terbawa arus.

"Saya tidak berani untuk menyelamatkan jasadnya. Ada lima jasad yang ikut hanyut. Dari lima jasad ada sebanyak tiga batu nisan yang terbawa arus banjir lahar dingin," tegas Sumanto.

Sumanto menjelaskan, karena takut banjir lahar dingin, ratusan penduduk desa berkumpul di Masjid Al-Muhadar di Dusun Glagah, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Magelang. "Termasuk saya dan warga lainya ikut mengungsi karena takut ada banjir lahar dingin besar," tegas Sumanto.

Selain menghanyutkan lima makam dengan tiga batu nisannya, banjir lahar dingin yang melanda Kali Putih itu juga mengancam warga sekitar Desa Glagah dan Desa Bayan, Kecamatan Salam.

"Puluhan hektar sawah dan perkebunan juga sudah dimasuki material lahar dingin," tegas Sumanto.

Sumanto berharap pemerintah bias sesegera mungkin untuk melakukan penanggulangan di tepian Sungai Kali Putih. Jika tidak, maka keberadaan ratusan batu nisan dan makam yang lain akan menyusul ikut hanyut diterjang lahar dingin Kali Putih.

Sunarti (42), salah satu keluarga pemilik makam atas nama Joyo menyatakan dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dengan hanyutnya makam kakeknya itu.

"Saya hanya bisa pasrah. Mau bagaimana lagi, ini khan kehendak Yang Kuasa. Kita tidak bisa berbuat apa-apa wong ya namanya bencana," tegas Sunarti.

(fay/fay)


Berita Terkait