"Saya berharap KPK dengan pimpinan baru yang katanya bersungguh-sungguh, ingin mengungkap kasus Centrury. Buktikanlah. Capek, jangan omong doang," ujar perwakilan mantan nasabah Century Ester Nuryadi kepada wartawan di KPK, Selasa (30/11/2010).
Ester datang ke KPK bersama belasan mantan nasabah lainnya yang juga diantar
aktivis Petisi 28. Mereka masuk ke kantor KPK dan masuk ke ruang Pengaduan
Masyarakat (Dumas).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tersebut. Menurutnya, sudah hampir selama dua tahun, uang miliknya sebesar Rp 700 juta yang disimpan di Bank Century belum dibayar.
"Kami menuntut uang kami di Bank Century, agar bisa dikembalikan," seru Ester, nasabah Bank Century Cabang Kelapa Gading ini.
Sementara itu, Petisi 28 yang menemani para nasabah Bank Century ini berharap, masuknya Busyro di lembaga superbodi itu menjadi energi baru dalam pemberantasan korupsi. Diharapkan KPK melakukan pengusutan dugaan kejahatan korupsi yang diduga melibatkan lingkungan Istana Negara, di antaranya, skandal Century, pengemplangan pajak Paulus Tumewu, dugaan korupsi Johny Allen Marbun, dugaan korupsi IT Pemilu.
Sebelum terpilih menjadi Ketua KPK, Busyro pernah mengatakan bahwa pimpinan yang terpilih harus melakukan pemetaan kasus-kasus apa yang akan diselesaikan, salah satunya adalah kasus Century yang sampai saat ini belum juga terselesaikan.
"Sebagaimana saya kemukakan, setelah masuk atau siapa pun yang masuk, harus
melakukan agenda mapping. Century bisa, BLBI bisa atau yang lain, saya belum
tahu itu," ujar Busyro kepada wartawan usai mengadakan pertemuan dengan Presiden SBY di Istana Negera, Jl Veteran, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/9/2010) lalu.
(fjr/gun)











































