Ilmuwan, Sejarawan dan 2 Tokoh Agama Raih Habibie Award 2010

Ilmuwan, Sejarawan dan 2 Tokoh Agama Raih Habibie Award 2010

- detikNews
Selasa, 30 Nov 2010 17:03 WIB
Jakarta - Empat tokoh meraih Penghargaan Habibie Award 2010. Mereka adalah peneliti di bidang ilmu rekayasa, Dr Eng Eniya Listiani Dewi (36), dan sejarawan maritim Indonesia, Prof Dr Adrian Bernard Lapian (81).

Selain itu, dua tokoh agama, Syafii Maarif (75) dan Franz Magnis-Suseno (74), dianugerahi Penghargaan Khusus Habibie untuk Harmoni Kehidupan Beragama.

Penghargaan ini diberikan kepada empat tokoh tersebut pada acara peringatan HUT ke-11 The Habibie Center di Hotel Sultan, Jl Sudirman, Selasa (30/11/2010). Acara dihadiri BJ Habibie dan Wakil Presiden Boediono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eniya Listiani diganjar Habibie Award karena inovasinya dalam bidang Ilmu Rekayasa. Penyandang gelar doktor dari Waseda University, Jepang, ini mendapatkan penghargaan karena berhasil melakukan rekayasa teknologi sel bahan bakar (fuel cell) dan
hidrogen yang menghasilkan energi listrik ramah lingkungan (eco-electricity).

Atas penemuannya itu, ibu tiga anak ini pernah meraih penghargaan Mizuno Award, Koukenkai Award dari Waseda University dan Polymer Society Japan pada tahun 2003.

Adrian Bernard mendapat Habibie Award dalam bidang Ilmu Budaya. Doktor dari Universitas Gadjah Mada ini dinilai berdedikasi dalam menguak sejarah kelautan Indonesia dan mempromosikan wawasan nusantara dalam kerangka maritim. Disertasi Andrian di UGM yang berjudul 'Orang Laut - Bajak Laut - Raja Laut: Sejarah Kawasan
Laut Sulawesi Abad XIX' telah membuka lembaran baru sejarah maritim dan sejarah kawasan Indonesia.

Syafii Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah, dan Franz Magnis-Suseno, pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara, memperoleh Penghargaan Khusus Habibie untuk Harmoni Kehidupan Beragama atas peran serta dan karya-karya nyatanya dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama.

"Penerima award putra-putri bangsa yang sangat mumpuni, yang sangat berhak menerima award tersebut," kata Wapres Boediono.

(lrn/aan)


Berita Terkait