"Memang benar ditemukan wanita tewas di rumahnya di daerah Cilincing," kata Kapolsek Cilincing Kompol Tuhana kepada wartawan, Selasa (30/11/2010).
Tuhana mengatakan, jasad Narsih ditemukan oleh kakaknya di sebuah kamar di rumahnya Kampung Sawah, Blok DF Kelurahan Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin 29 November 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kakak Narsih lalu memanjat dari atas tembok kamar yang terbuka. "Waktu dilihat, sudah meninggal dengan posisi tengkurap," kata Tuhana.
Narsih mengalami luka memar di sekujur tubuhnya mulai dari pelipis kiri, leher, siku kiri, dan kaki kiri korban. "Seperti habis dipukul," kata Tuhana.
Tuhana menduga Narsih dianiaya oleh suaminya. Sang suami maupun anak pasutri itu yang masih berumur 1 tahun juga tidak berada di rumah saat jenazah Narsih ditemukan.
"Dugaan sementara dibunuh oleh suaminya. Rumahnya kosong, barang-barang termasuk foto-foto yang dipajang di ruang tamu dibawa semua," tuturnya.
Jasad Narsih telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi. "Kita masih menelusuri keberadaan suami korban," kata Tuhana.
(fiq/aan)










































