"Saya menangkap selama ini kelihatannya memang kurang begitu harmonis antara Pak SBY dengan Sultan," kata Akbar Tandjung di sela-sela perayaan HUT ke-11 The Habibie Center di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (30/11/2010).
Namun demikian, Akbar mengatakan, ketidakharmonisan itu bukan disebabkan karena Sultan HB X menjabat ketua dewan pertimbangan Nasional Demokrat (Nasdem). Nasdem diketahui kerap mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah.
"Saya sih (melihatnya) tidak sejauh itu (keterkaitannya)," kata Akbar.
Mantan Ketua DPR ini mengatakan, ketidakharmonisan SBY dan Sultan HB X mungkin disebabkan tugas-tugas pemerintahan DIY yang kurang sejalan dengan pemerintah pusat.
"Mungkin itu juga mempengaruhi hubungan antara presiden dengan Sultan," kata Akbar.
Akbar menilai, beberapa kali Presiden SBY berkantor di Gedung Agung terkait penanganan masalah di Yogyakarta, juga menunjukkan adanya masalah komunikasi Presiden dengan Sultan.
"Ini bisa saja ada sesuatu yang kurang pas dengan komunikasi, dan ini terjadi sekarang ini," kata Akbar.
Seperti diketahui, saat musibah Merapi terjadi, SBY pernah mengantor di Gedung Agung.
(lrn/nrl)











































