"Dia anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, inisialnya H. Fotonya saya simpan, saya ingat betul kalau itu dia," kata Mischa saat dihubungi detikcom, Selasa (30/11/2010).
Mischa mengatakan, dia mengetahui kalau pria itu adalah H, setelah melihatnya dalam tayangan sebuah stasiun televisi swasta. "Saya lihat beberapa bulan lalu, dia muncul di Metro TV lagi diwawancarai," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya telepon ke Polda ngasih tahu kalau itu dia. Tapi penyidik malah nyuruh saya ke Polda lagi, bukannya dipanggil," cetusnya.
Bahkan, Mischa pernah berkonsultasi dengan ayahnya yang juga anggota PDIP Max Moein atas kasus tersebut. "Bapak hanya usulkan untuk melaporkan dia ke Badan Kehormatan (BK) DPR," kata Mischa.
Mischa juga bersikeras tidak akan mencabut laporannya di Polda Metro Jaya. Pasalnya, H hingga kini belum meminta maaf terhadapnya.
"Dari dia juga nggak ada permintaan maaf. Saya sih kepingin dia minta maaf karena dia kan wakil rakyat. Sebagai anggota DPR harusnya dia memberi contoh yang baik pada masyarakat," jelasnya.
Mischa menyesalkan tindakan penyidik yang tidak memberikan kepastian hukum terhadapnya. "Saya lihat, polisinya juga nggak maksimal," tutupnya.
Kasus yang menimpa Mischa ini bermula dari serempatan mobil di kawasan Pondok Indah pada Selasa, 27 April 2010. Saat itu Mischa menumpang mobil mewah Alphard Vellfire sedang lawannya menumpang mobil mewah Lexus B 1280 BH.
Penumpang Lexus yang mengaku pejabat itu memaki Mischa dengan kata-kata kotor. Mischa tidak terima dan mengadukan ke polisi dan akan melaporkan ke Komnas Perempuan pada 28 April. Tetapi, ditunda karena Mischa masih syok.
Berdasar pengecekan di kantor polisi, mobil itu dimiliki anggota DPR yang beralamat di Jl Gatot Subroto. Namun siapa namanya, polisi merahasiakan.
(mei/ken)











































