"Dalam aksi teroris kriminal, agen-agen rezim Zionis menyerang dua profesor universitas terkemuka yang tengah dalam perjalanan menuju tempat kerja mereka," demikian dilaporkan situs jaringan televisi pemerintah Iran seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (30/11/2010).
"Dr Majid Shahriari tewas dan istrinya terluka. Dr Fereydoon Abbasi dan istrinya terluka," demikian dilaporkan kantor berita Iran, Fars.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Shahriari merupakan anggota departemen teknik nuklir di Shahid Beheshti University di Teheran utara. Sedangkan Dr Abbasi merupakan periset nuklir di Kementerian Pertahanan Iran.
"Pembunuhan ini bukan masalah pribadi," cetus Wakil Gubernur Teheran Safar Ali Baratlu kepada kantor berita ISNA.
Serangan bom itu terjadi sehari setelah pimpinan kepala staf gabungan AS, Laksamana Mike Mullen mengatakan bahwa pemerintah AS tengah mempertimbangkan opsi militer menyusul pengumuman Teheran pada Sabtu, 27 November lalu bahwa pembangkit tenaga nuklir pertamanya telah mulai beroperasi. Pembangkit nuklir pertama Iran yang berlokasi di Kota Bushehr, Iran selatan tersebut dibangun oleh Rusia.
Mullen mencetuskan, dirinya sama sekali tidak yakin bahwa pembangkit nuklir Iran tersebut digunakan untuk kepentingan sipil. Menurutnya, Iran saat ini berada di jalur untuk bisa mengembangkan senjata nuklir.
(ita/nrl)











































