Kantor Manajemen Darurat Kota Marinette menyatakan, 23 siswa dan seorang guru wanita yang disandera seorang pelajar bersenjata telah dibebaskan. Penyanderaan mulai berlangsung pada Senin, 29 November sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Seluruh sandera dibebaskan lebih dari lima jam kemudian.
Kepala Kepolisian Marinette, Jeff Skorik seperti dilansir media lokal, WBAY, Selasa (30/11/2010), membenarkan bahwa seluruh sandera telah bebas. Namun dia tak bersedia menyebutkan bagaimana nasib si penyandera.
Dia juga menolak memberikan detail pembebasan sandera. Dikatakannya, kepolisian akan mengadakan konferensi pers pada sekitar pukul 21.30 waktu setempat.
Sebelumnya Skorik menyatakan, lima sandera telah dibebaskan oleh si penyandera. Namun tidak diketahui mengapa kelima orang itu dilepas.
Tidak disebutkan identitas pelajar bersenjata pistol yang melakukan penyanderaan tersebut. Namun Skorik memastikan bahwa si penyandera merupakan pelajar di sekolah Marinette High School tersebut. Polisi pun telah menghubungi keluarga penyandera.
Polisi tidak tahu apa tuntutan pelajar tersebut atau apa yang memicu penyanderaan tersebut. Menurut Skorik, si penyandera tak pernah berurusan dengan polisi sebelumnya.
Ratusan orang termasuk para orangtua murid telah berkumpul di sekitar lokasi. Berita penyanderaan ini menimbulkan keterkejutan warga Kota Marinette yang dihuni oleh sekitar 11.600 orang. Kota tersebut berbatasan dengan Danau Michigan. Adapun SMA Marinette memiliki sekitar 800 siswa.
(ita/nrl)











































