demikian, warga diminta tetap mewaspadai kemungkinan Kali Code meluap lagi.
"Kira-kira sekitar pukul 17.30 WIB hingga 19.30 WIB wilayah bantaran Kali Code kemasukan air dalam jumlah yang besar. Misalnya di sekitar Gondolayu, Danurejan, Keparakan, dan sebagian Prawirodirjan, air meluap ke rumah warga. Tapi sekitar pukul 20.30 WIB, air sudah mulai surut dan sebagian warga telah kembali ke rumah untuk membersihkan rumah," terang Wakil Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti.
Hal ini Haryadi sampaikan dalam konferensi pers di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Jalan Kenari 14A, Yogyakarta, Senin (29/11/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terjadi kepanikan, antara warga bantaran kali dan yang nonton. Tadi suasana
sangat crowded," tambahnya.
Untuk mengurangi kepadatan, aparat sempat menutup beberapa jembatan di atas Kali Code, antara lain Jembatan Gondolayu, Kewek, Jambu, dan Sayidan. Warga pun dilarang melintas. Namun saat ini lalu lintas mulai dibuka kembali.
"Tadi sekitar pukul 21.00 WIB mulai dibuka lagi. Tapi Jembatan Sayidan masih
ditutup," ujar Haryadi.
Saat ini, belum ada laporan jatuhnya korban terkait meluapnya Kali Code.Β Saat ini, pihak Pemkot masih akan melakukan pendataan, termasuk tanggul-tanggul di pinggir kali yang rusak.
Terkait isu retaknya beberapa jembatan akibat terjangan lahar dingin, Haryadi belum mau banyak berkomentar.
"Kita baru akan melakukan pengecekan terkait hal itu," tegasnya.
Kepada warga di bantaran Kali Code, ia berpesan agar selalu waspada menghadapi kemungkinan Kali Code meluap lagi.
"Selalu tidak boleh lengah. Harus selalu waspada terhadap potensi banjir maupun lahar dingin. Saat ini bahaya primernya dalah lahar dingin. Dan bahaya sekundernya adalah tertutupnya saluran sanitasi dan saluran limbah milik warga," tutup Haryadi.
(anw/anw)











































