KBRI Brussel Gandeng Colruyt Kembangkan Kerjasama Pendidikan

Laporan dari Brussel

KBRI Brussel Gandeng Colruyt Kembangkan Kerjasama Pendidikan

- detikNews
Senin, 29 Nov 2010 18:59 WIB
KBRI Brussel Gandeng Colruyt Kembangkan Kerjasama Pendidikan
Brussel - Bantuan diberikan kepada tiga jenjang pendidikan di Indonesia, yaitu SD, SMA dan perguruan tinggi, sebagai bagian dari pelaksanaan corporate social responsibility (CSR).

Kerjasama KBRI Brussel dan Colruyt untuk pengembangan pendidikan di Indonesia dan Belgia itu merupakan salah satu hasil pertemuan antara wakil manajemen Colruyt dengan Duta Besar RI Arif Havas Oegroseno di Brussel.

Manajemen Colruyt, sebuah perusahaan ritel terbesar di Belgia, yang diwakili oleh Sylvie Reyntens dan Sarah Gerard, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan pendidikan untuk berbagai jenjang di Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan corporate social responsibility (CSR).

"Dubes Oegroseno menyambut baik program tersebut dan menyatakan bahwa program Colruyt ini merupakan pelengkap dari pendidikan Indonesia," demikian Sekretaris III Diplomasi Publik/Pensosbud Royhan N. Wahab kepada detikcom, Senin (29/11/2010).

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat (19/11/2010), Dubes Oegroseno menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia juga menyediakan skema beasiswa Darmasiswa bagi warga negara asing untuk belajar lebih dalam mengenai Indonesia di berbagai perguruan negeri di tanah air.

Belgia merupakan salah satu negara yang secara rutin mengirimkan warganya untuk mengikuti program Dharmasiswa.

“Tingkat partisipasi dari Belgia pada program Dharmasiswa masih perlu ditingkatkan. Untuk itu diharapkan peranan Colruyt untuk dapat berpartisipasi dalam program Darmasiswa tersebut dengan memanfaatkan jaringan mereka di Belgia,” tambah Oegroseno.

Menanggapi hal itu, wakil Colruyt mengatakan bahwa program Darmasiswa merupakan program menarik dan berjanji akan mengirimkan peserta dari Belgia untuk mengikuti program beasiswa yang disediakan oleh pemerintah RI tersebut.

Colruyt juga menyatakan minatnya untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program master di Belgia.

Hingga saat ini, Colruyt telah membantu pengembangan pendidikan di SD yang tergabung dalam Yayasan Kanisius, serta SMK Budi Mulia dan SMU Nurul Huda di Jawa Tengah.

Sementara itu bagi jenjang pendidikan tinggi, sejak 2005 Colruyt telah mendanai biaya kuliah bagi sejumlah mahasiswa. Bantuan diberikan untuk menutup biaya pendidikan dari awal hingga lulus dengan tenggat waktu lima tahun.

Turut pada pertemuan tersebut dua orang lulusan Universitas Dian Nuswantoro, Semarang yang merupakan lulusan pertama penerima program beasiswa Colruyt untuk jenjang perguruan tinggi.

Mereka adalah Tri Lestari, lulusan jurusan Akutansi dan Wiwin Setyawati, lulusan jurusan Sistem Informatika. Keduanya berada di Belgia untuk mengikuti company visit ke kantor pusat Colruyt.

Di samping bantuan pendidikan, Dubes Oegroseno juga berharap agar Colruyt dapat berinvestasi dan menjadi pendukung usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, UKM merupakan tulang punggung yang menopang ekonomi Indonesia pada saat terjadi krisis ekonomi di tahun 2007-2008 yang lalu.

(es/es)


Berita Terkait