Perkembangan Kawasan Perlu Perhatian Bersama

ASEAN Special SOM

Perkembangan Kawasan Perlu Perhatian Bersama

- detikNews
Senin, 29 Nov 2010 18:10 WIB
Perkembangan Kawasan Perlu Perhatian Bersama
Nusa Dua - Selain isu kawasan, pertemuan juga membahas langkah-langkah agar ASEAN tetap memegang kendali dalam pembentukan arsitektur kawasan, terutama setelah bergabungnya AS dan Rusia.

ASEAN Special Senior Officialsโ€™ Meeting (ASEAN Special SOM) diadakan untuk membahas berbagai isu substantif, terutama upaya tidaklanjut hasil-hasil KTT ke-17 ASEAN bulan Oktober di Ha Noi, Viet Nam.

Pertemuan dipimpin oleh Viet Nam selaku Ketua ASEAN, dihadiri oleh para pemimpin SOM negara anggota ASEAN dan Wakil Sekretariat ASEAN, demikian Ardian Budhi Nugroho dari Direktorat Kerjasama Politik dan Keamanan ASEAN, Ditjen Kerjasama ASEAN Kemlu kepada detikcom, Senin (29/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan yang berlangsung di Nusa Dua, Bali (27/11/2010) itu delegasi RI dipimpin oleh Dirjen Kerjasama ASEAN Djauhari Oratmangun selaku pemimpin SOM Indonesia/Sekretariat Nasional ASEAN, didampingi Dubes/Watap RI untuk ASEAN, dengan anggota para pejabat terkait di lingkungan Ditjen Kerjasama ASEAN, Kemlu RI.

Isu-isu utama yang menjadi agenda pada ASEAN Special SOM selain mengenai tindak lanjut KTT ASEAN ke-17, dibahas pula tentang perkembangan kawasan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Dalam kaitan ini, Viet Nam selaku Ketua ASEAN menginformasikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan pernyataan bersama ASEAN sehubungan dengan situasi di Semenanjung Korea pasca kejadian kontak tembak (23/11/2010), yang intinya antara lain menegaskan agar para pihak terkait dapat menahan diri, dan menghindari terjadinya peningkatan ketegangan.

Terkait isu ASEAN Connectivity, pertemuan menggarisbawahi pentingnya keterlibatan negara-negara Mitra Wicara, ditambah negara-negara OECD, pihak swasta dan lembaga keuangan internasional lainnya dalam mendukung pelaksanaan Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) dengan mengedepankan aspek pertumbuhan berimbang (balanced growth) di kawasan.

Dalam agenda Regional Architecture dan ASEAN Centrality, pertemuan telah membahas mengenai langkah-langkah agar ASEAN tetap memegang kendali dalam pembentukan arsitektur kawasan, terutama dengan bergabungnya AS dan Rusia ke dalam East Asia Summit (EAS).

Pertemuan memandang penting bahwa dalam setiap inisiatif, mekanisme dan kerjasama dalam lingkup ASEAN, aspek sentralitas ASEAN perlu senantiasa dikedepankan demi menjaga kemanfaatan, yang dapat diarahkan bagi kepentingan bersama masyarakat di ASEAN maupun di masing-masing negara anggota ASEAN.

Dalam kesempatan ini, ASEAN Special SOM telah membahas pula prakarsa Thailand untuk mengadakan ASEAN Foreign Ministersโ€™ Familiarization Trip to China di tahun 2011 guna menandai 20 tahun hubungan kemitraan ASEAN-China.

Terkait dengan persiapan keketuaan Indonesia untuk ASEAN di tahun 2011, telah dibahas ASEAN Notional Calendar 2011 guna menetapkan jadwal penyelenggaraan pertemuan-pertemuan ASEAN di 2011 mulai pada tingkat working group, SOM, Menteri hingga KTT.

Penyelenggaraan ASEAN Special SOM ini merupakan salah satu bagian dari proses peralihan dari akhir Keketuaan Viet Nam di tahun 2010, menjelang Keketuaan Indonesia untuk ASEAN yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2011 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, para delegasi menyampaikan penghargaan atas kesediaan Indonesia untuk menjadi host ASEAN Special SOM ini, dan menaruh kepercayaan dan harapan serta menyatakan dukungan bagi kesuksesan Indonesia dalam menjalankan peran penting Ketua ASEAN di tahun 2011.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads