"Sebenarnya pada gilirannya kita malah diuntungkan. Kenapa? Karena semua tuduhan yang sempat beredar di media katanya Gayus pergi ke Bali bertemu Pak Ical, bahkan katanya pergi dengan pesawat carteran Pak Ical itu kan ternyata tidak benar," ujar Sekjen Partai Golkar Idrus Marham di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/11/2010).
Menurut Idrus, masyarakat menjadi tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Karena itu, Golkar menjadi korban dan diuntungkan atas isu itu.
Golkar bukan hanya meminta Satgas Pemberantasan Mafia Hukum diperiksa polisi. Golkar juga meminta motif dan sutradara kepergian Gayus ke Bali diusut tuntas.
"Jadi bukan kita minta Satgas diperiksa. Kita minta motifnya dan sutradaranya, yang diusut. Karena ini selalu dikait-kaitkan dengan Pak Ical. Karena itu kan ternyata tidak benar," imbuh Idrus.
Idrus meminta skenario kepergian Gayus dibongkar dan diungkap. Polisi harus membongkar siapa sutradara dibalik kepergian Gayus ke Bali.
"Ada skenario apa kok tiba-tiba Gayus yang nggak pernah main tenis, nggak suka tenis tiba-tiba ke Bali nonton tenis. Nah kita minta ini yang dibongkar. Karena ada skenario tersembunyi di balik ini. Itu yang kita minta dibongkar," tutur dia.
Sebelumnya Partai Golkar meminta agar Polri segera memeriksa anggota Satgas Anti Mafia Hukum. Hal ini terkait dengan klaim Golkar adanya pengakuan terdakwa kasus suap, Gayus Tambunan yang mengatakan jika dirinya dimanfaatkan oleh Satgas untuk menggiring soal suap pajak ke grup Bakrie.
(nik/fay)











































