pegawai pajak tersebut saja. Peluang untuk mengusut atasan Gayus terbuka
lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memiliki data tentang itu.
"Data-datanya sudah dimiliki oleh tim. Tapi saya tidak tahu secara detailnya," jawab pimpinan KPK M Jasin ketika ditanya sudahkah KPK memiliki data keterlibatan atasan Gayus, di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Senin
(29/11/2010).
Jasin menambahkan, KPK sudah mulai memiliki data tentang kasus Gayus sejak beberapa waktu yang lalu. Namun, Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan ini
enggan untuk menerangkan lebih lanjut karena kasus Gayus sedang ditangani Kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah beberapa waktu yang lalu (data dimiliki KPK), namun kan tidak serta
merta. Sebagai basis untuk pemanggilan, apalagi kasus ini sudah ditangani oleh Kepolisian," terang Jasin.
Dia juga mengatakan, KPK saat ini tengah menunggu agar data soal Gayus lengkap dulu, sehingga memudahkan dalam melakukan pergerakan atau pun
koordinasi dengan Kepolisian.
"Makanya dipresentasikan dulu nanti apa yang kita punyai. Apakah sudah mengarah ke pidana korupsi atau belum. Dikumpulkan dulu, itu yang disebut full paket," tukas Jasin.
KPK sendiri saat ini tengah berada dalam tahap koordinasi dengan Kepolisian.
Banyak pihak yang mendukung KPK untuk mengambil alih kasus ini secara penuh.
Sedangkan KPK juga dapat berbagi dengan Kepolisian dalam mengusut kasus ini,
dengan fungsi koordinasi dan supervisi yang dimilikinya.
(fjr/lrn)











































