"Biasanya mereka dari kalangan Universitas terkemuka yang mengambil bidang ilmu alam dan teknologi," kata Chaidar.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai meberikan Pelatihan Guru se-Jabodetabek, di Wisma LAN, Jl Administrasi II, Pejompongan, Jakarta Pusat, Senin (29/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekruitmen, imbuh Chaidar, ditujukan kepada kalangan mahasiswa atau pelajar yang latar belakang keagamaannya kering.
"Ditambah dengan kalimat berjuang yang selalu melekat di benak kaum muda," jelas Chaidar.
Lalu, bagaimana dengan kampus-kampus yang menekankan pendidikan Islam?
"Itu sangat jarang terjadi. Kalaupun ada mungkin satu-dua saja. Dan itu datang dari luar kampus yang menetap lama di dekat kampus tersebut," jawabnya.
Jaringan terorisme masih menggunaka metode lama dalam perekrutan calon anggotanya. Chaidar mengatakan, pola itu disusupi dalam pengajian-pengajian kecil dari rumah ke rumah.
"Bahkan juga antar kost ke kost," tuturnya.
(ahy/ndr)











































