"Kalau ada kawan baru bukan berarti kawan lama dikesampingkan. Tujuan kita justru bagaimana membangun kebersamaan agar efektif," kata Wasekjen PD, Saan Mustopa, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/11/2010).
Menurut Saan, hubungan antara PDIP, Golkar dan Demokrat tetap baik. Kebersamaan di jajaran partai pendukung koalisi juga tetap berjalan kompak.
"Kemesraan dengan PDIP tidak akan merubah kesolidan koalisi," tegasnya.
Saat ditanya isu pergantian kabinet, Saan kembali menegaskan itu adalah hak prerogratif presiden. Termasuk soal kemungkinan mengajak PDIP bergabung di barisan menteri.
"Nggak ada, sampai sekarang soal reshuffle belum ada kepastian," lanjutnya.
Sementara masalah pencapresan Partai Golkar di tahun 2013, Saan menilainya sebagai hak partai. Menurut dia, soal tersebut tak akan menggoyahkan koalisi.
"Itu hak partai. Yang penting komitmennya sudah kita pegang," tutup Saan.
Pernyataan Saan berbeda dengan Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Sebelumnya Ruhut meminta Golkar waspada karena mulai 'nakal' dalam berkoalisi.
Ruhut juga mempermasalahkan pengumuman rencana capres partai Golkar di 2014. Pernyataan ini semakin memperkuat desas-desus rencana perangkulan PDIP di kabinet dan mengeluarkan Golkar.
(mad/lrn)











































