Boediono Berkisah Tentang Sejarah FE UI

Boediono Berkisah Tentang Sejarah FE UI

- detikNews
Senin, 29 Nov 2010 12:29 WIB
Boediono Berkisah Tentang Sejarah FE UI
Jakarta - Wakil Presiden Boediono membuka seminar tentang 'Strategi Globalisasi Perekonomian Indonesia' yang dihelat oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI). Boediono mengisahkan sejarah awal berdirinya FE UI tahun 1960 hingga kemampuan para tokohnya memegang kendali ekonomi Indonesia pada masa Orde Baru.

"Tanggal 18 September 1950 adalah hari yang sangat penting. Pada hari itu ditetapkanlah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia," kata Boediono dalam acara yang digelar di Ballroom Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (28/11/2010).

Guru Besar FE Universitas Gadjah Mada (UGM) itu melanjutkan, dekan pertama FE UI dijabat oleh Sunaryo Kolopaking. Namun, Sunaryo hanya menjabat selama setahun karena mengundurkan diri. Posisi dekan itu pun kosong setelah ditinggalkan Sunaryo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun itu pula, sekelompok mahasiswa mengajukan petisi kepada Sumitro Djojohadikusumo untuk bersedia menjadi dekan," kenang Boediono.

Pada era kepemimpinan Sumitro, katanya, FE UI dicanangkan sebagai The Jakarta School of Economics. Maksudnya, FE UI menjadi tempat sekolah sekaligus pendidikan bagi para ahli ekonomi.

"Namun, sebenarnya maksud Profesor Sumitro lebih dari itu. The Jakarta School adalah tempat membina mazab tertentu," ujarnya.

Setelah periode Sumitro, FE UI dipegang oleh dua dekan yang membawa fakultas tersebut mencapai puncak kejayaannya. Kedua dekan itu adalah Widjojo Nitisastro dan Ali Wardhana. The Jakarta Shool memegang kendali atas pengelolaan ekonomi nasional antara tahun 1966 hingga 1967.

"Itulah ekspresi nyata The Jakarta School of Economics yang dicita-citakan Pak Sumitro. Ekspresi yang kongkret, bukan hanya di atas kertas. Apa yang direncanakan adalah ide yang dipraktikkan langsung," imbuhnya.

"Karena itu, saya sangat merasa terhormat, margayu bagyo, atas peringatan lahirnya FEUI yang ke-60," cetus mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut.

(irw/lrn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads