"Menurut saya ini sebuah perlawanan pada presiden, ini sebagai indikasi. Satgas adalah alat presiden membereskan mafia hukum," kata Sekjen Transparency International Indonesia (TII), Teten Masduki, di Jakarta, Senin (29/11/2010).
Teten menilai selama ini dia tidak melihat langkah Satgas memang sengaja untuk mengarah-ngarahkan kasus Gayus dengan Grup Bakrie. Selama ini masih berjalan proporsional sesuai aturan hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagipula, apa yang disampaikan Satgas, diungkapkan di pengadilan. Itu pun berdasarkan pengakuan Gayus Tambunan. Sesuai harapan publik, semua terkait Gayus agar disampaikan secara proporsional.
"Tekanan Golkar pada Satgas bertentangan dengan harapan umum. Yang utama bagaimana kasus Gayus bisa dibuka selebar-lebarnya, Golkar jangan bersikap apriori karena terkait dengan posisi Aburizal Bakrie sebagai ketua umum," tutupnya.
Sebelumnya Partai Golkar meminta agar Polri segera memeriksa anggota Satgas Anti Mafia Hukum. Hal ini terkait dengan klaim Golkar adanya pengakuan terdakwa kasus suap, Gayus Tambunan yang mengatakan jika dirinya dimanfaatkan oleh Satgas untuk menggiring soal suap pajak ke grup Bakrie.
"Polisi harus periksa Satgas atas pengakuan Gayus itu," ujar Wasekjen Partai Golkar, Lalu Mara ketika ditelpon, Minggu (28/11).
Menurut Lalu, selama ini Satgas-lah yang menghubung-hubungkan keterlibatan grup Bakrie dengan Gayus Tambunan. "Mereka (Satgas) yang memainkan isu ini," ucapnya.
Lalu juga mengkritik sikap satgas yang kerap bicara ke media, tanpa ada klarifikasi terlebih dahulu ke pihak yang 'diserang'. Padahal seharusnya, Satgas tidak bicara ke media, tapi langsung lapor ke presiden.
Selain itu juga dalam acara penanaman pohon yang dipimpin Presiden SBY di Waduk Jatiluhur, Purwakarta kemarin, Sekretaris Satgas Denny Indrayana dan Aburizal Bakrie bertemu. Dalam kesempatan itu keduanya terlibat dalam sebuah perbincangan.
Entah apa yang dibicarakan, namun sempat tersiar kabar Denny diingatkan Aburizal terkait tindak tanduk Satgas terkait kasus Gayus. Saat dikonfirmasi Denny menolak berkomentar, dia mengaku hanya terjadi perbincangan biasa.
(ndr/asy)











































