"Tebusan nggak ada. Kemarin melalui SMS minta dikirim pulsa Rp 500 ribu," kata Kapolsek Pasar Rebo Kompol L Sutadi saat dihubungi detikcom, Senin (29/11/2010).
Sutadi mengatakan, pulsa Rp 500 ribu belum dikirim karena dikhawatirkan permintaan berasal dari pihak-pihak lain yang tidak bertanggungjawab dan sengaja ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Polisi dan keluargaΒ juga sudah mencoba menghubungi nomor telepon orang yang meminta kiriman pulsa tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas permintaan pulsa Rp 500 ribu itu, ayah Ijan hanya mengiriminya Rp 50 ribu. Menurut Sutadi, polisi memang belum bisa membuat sketsa wajah pelaku penculikan. Namun polisi sudah mendapatkan beberapa ciri-ciri pelaku dari keterangan sejumlah saksi.
Pelaku adalah laki-laki umur kurang lebih 40 tahun, tinggi 165 cm, berkulit sawo matang, berambut gelombang sedang, saat mengambil Ijan memakai celana yang agak kusam. Menurut keterangan saksi yang melihat Ijan digendong lelaki tak dikenal, lelaki itu bercelana pendek dan bersandal jepit.
"Kami belum bisa menggambarkan wajahnya sehingga belum bisa dibuat sketsa. Tapi kami terus berupaya mendalami kasus ini," ungkapnya.
Ijan merupakan anak pertama dari pasangan Andjar Gifari (26) dan Nurhayati (25). Ijan menghilang sejak Jumat (26/11), ketika sang nenek, Siti Rokayah (58), tengah mengangkat jemuran di belakang rumah. Ijan diduga diculik seorang laki-laki berusia 40 tahunan. Dia dibawa dengan menggunakan angkot KWK 09 jurusan Kalisari-Cililitan.
(gus/nvt)











































