"Pasca erupsi merapi yang terjadi di D.I Yogyakarta, mempengaruhi menurunnya tingkat kepercayaaan baik wisatawan asing mancanegara maupun domestik khususnya di sektor pariwisata", ungkap Sekretaris Badan Promosi Pariwisata kota Yogyakarta, Herman Toni kepada wartawan di Media Center, Jl.Kenari No.14A, Yogyakarta, Minggu (28/11/2010).
Meski erupsi sekarang ini sudah menurun, tapi pengaruh bencana Merapi hingga kini masih sangat terasa, khususnya bagi Hotel dan Restoran. "Untuk sekarang ini tingkat hunian hotel baik dari wisatawan asing maupun domestik hanya sekitar 30-40 persen saja", katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingkat hunian dan wisatawan menurun diperkirakan bukan hanya karena pasca erupsi merapi tetapi ini juga diakibatkan oleh pemberitaan-pemberitaan di media menyangkut keamanan kota Yogya.
Demi mengembalikan nama Yogyakarta sebagai kota pariwisata yang aman, pihak
pariwisata bekerjasama dengan Kementerian Budaya dan Pariwisata serta instansi terkait akan mengadakan berbagai rangkaian acara.
"Acara yang berupaya mempromosikan dan mengembalikan pencitraaan pariwisata kota Yogya sudah kita agendakan dan tinggal pelaksanaannya saja", kata Herman.
Kegiatan ini rencananya akan diperuntukkan bagi masyarakat nasional dan pemerintah setempat akan mengundang insane pers untuk ikut serta dalam mengkampanyekan kembali kota Yogyakarta.
"Kami akan mengundang insane pers juga harapannya agar dapat membantu mengembalikan citra kota Yogyakarta", ungkapnya.
Sebelumnya, pada hari Jumat 26 November, wakil walikota Yogyakarta Haryadi, juga mengungkapkan bahwa dunia pariwisata Yogyakarta diperkirakan mengalami penurunan potensi mencapai 2,7 milyar pasca erupsi Merapi.
"Bukan kerugian, tapi tepatnya pariwisata Yogyakarta mengalami penurunan potensi, perkiraan mencapai 2,7 milyar", katanya.
Haryadi juga menginformasikan bahwa pemerintah kota Yogyakarta akan mengadakan acara di sepanjang jalan Malioboro dan Jl.Pangeran Mangkubumi hingga Tugu pada tanggal 5 Desember mendatang.
"Acara tanggal 5 besok ini bukan acara tahunan, tapi acara dalam rangka pengkampanyekan kembali kota Yogyakarta. Kami harapkan seluruh masyarakat dan insan media untuk turut serta dalam acara tersebut", katanya.
(van/did)











































