Itulah benang merah pesan malam solidaritas dan penggalangan dana bertitel Aku Padamu Indonesia, untuk korban bencana alam Wasior, Mentawai dan Merapi, yang digelar di Ruang Nusantara KBRI Den Haag, pekan lalu.
Aku Padamu Indonesia merupakan inisiatif bottom-up (dari bawah, red), digagas oleh para pemuda dan mahasiswa, sebagai manifestasi cinta tanah air, nasionalisme, dan persaudaraan. Seribuan warga Indonesia dan Belanda memadati acara berkomposisi lagu, tari, puisi dan bazar makanan Nusantara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Habibie, jangan melihat berapa uang dan baju akan terkumpul, yang akan kita sampaikan adalah spirit bahwa kita cinta Indonesia.
Sementara itu Penanggung Jawab I Syafiih Kamil mengatakan bahwa semangat para pemuda tersebut merupakan kepedulian dan bentuk sumbangsih kepada negara.
"Seperti pesan mantan presiden John F. Kennedy: jangan tanya apa yang telah negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negara," ujar Syafiih.
Dikatakan, dia dan teman-temannya melakukan semua itu dengan sukarela dan mereka masih muda-muda di bawah usia 40 tahun. Saya tidak menyangka akan mendapat sambutan luarbiasa seperti ini," papar Syafiih.
Lanjut Syafiih, pihaknya telah lama saling bekerjasama, tidak pandang suku dan agama. "Teman-teman menamakan ini Tim Satu Indonesia. Ada PPNI, PPI, Satria Nusantara, PPME, FAK, ESQ, PSHT. Dari sini akan terus kita bangun ke depan," demikian Syafiih.
Selain terkumpul dana seketika malam itu sebanyak EUR7200, juga puluhan dos pakaian bekas pantas pakai.
"Semua itu akan disalurkan melalui Indonesische Stichting Nederland (ISNED), Forum Komunikasi Alumni ESQ Pusat dan Posko BEM FISIP Atmajaya Yogyakarta," demikian Syafiih.
(es/es)











































