Azis Sugiharto (16) mengaku melihat bocah yang akrab disapa Ijan itu pada Jumat (26/11) siang lalu. Kala itu, Azis tengah dipotong rambutnya oleh tukang cukur.
"Sempat melihat kalau Ijan dibawa laki-laki. Tidak begitu jelas, karena saya lagi dicukur di tukang cukur," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laki-laki itu pakai kaos berkerah, pakai celana pendek dan sandal jepit. Badannya agak gemuk," kata pelajar STM Sudirman, Pasar rebo, ini.
Betapa kaget Azis, ketika orang-orang di sekitar rumahnya sibuk mencari-cari Ijan. Kepada orang-orang itu, Azis pun mengatakan kalau Ijan dibawa seorang laki-laki yang ternyata disadari bukan saudara Ijan.
Ayah Ijan, Andjar mengatakan, putra semata wayangnya itu bukan anak yang rewel. Ijan cepat akrab dengan siapa saja. Dengan orang baru pun Ijan biasanya tidak rewel.
"Tadi pagi ada orang yang minta pulsa Rp 500 ribu. Kita sempat kirimkan pulsa Rp 50 ribu, tapi tidak ada balasan lagi dari yang minta pulsa," kata Andjar.
Ijan hilang dari teras saat ditinggal neneknya, Siti Rokayah mengangkat jemuran di halaman belakang. Menurut beberapa warga sekitar, mereka melihat Ijan digendong seorang pria. Karena tampak akrab, mereka tidak curiga Ijan tengah diculik.
Ijan merupakan anak pertama pasangan Nurhayati dan Andjar. Andjar bekerja di produksi donat J.Co sedangkan istrinya bekerja sebagai kasir di Plaza Abda. Karena orangtuanya bekerja, Ijan selalu dititipkan ke neneknya. Pihak keluarga mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsektro Pasar Rebo.
(vit/fay)










































