"Saya saat ini tidak tahu nasib anak saya. Tapi kita coba ikhtiar saja, dan tanya-tanya orang 'pintar' dan kyai," ujar Nurhayati kepada detikcom ketika ditemui di rumahnya, Jl Gang No'im Rt 4 Rw 01, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (28/11/2010).
Hayati menceritakan, suaminya sempat ke wilayah Radio Dalam untuk mencari anaknya. Sebab, ada orang 'pintar' yang mengatakan jika anaknya berada di sana. Namun, saat dicari, anaknya tetap tidak ketemu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hayati berharap penculik anaknya segera mengembalikan Ijan dengan selamat. Ia berjanji tidak akan menuntut macam-macam.
"Kita berharap anak kita dikembalikan secara sehat dan selamat. Kita nggak tuntut apa-apa kok, yang penting kemari dalam keadaaan sehat," ucapnya.
Ijan diculik oleh orang tidak dikenal pada Jum'at (26/11/2011) lalu, saat sedang berada di teras rumah neneknya, Siti Rokayah (58). Saat Ijan diculik, Rokayah sedang mengangkat jemuran, karena cuaca sedang mendung.
Begitu melihat cucunya tidak ada, Rokayah mencarinya hingga ke depan gang. Di sana dia bertemu dengan pelajar STM yang mengatakan kalau cucunya digendong seorang laki-laki.
"Dia (pelajar STM) nggak ngeh kalau laki-laki itu yang menculik Ijan, karena kelihatan akrab banget. Dia nggak curiga jadinya," kata Rokayah.
Pencarian dilakukan hinga ke Jalan Gotong Royong, tidak jauh dari rumahnya. Di warung tempat biasa dia belanja bersama cucunya, dia mendapat tambahan informasi.
"Kata orang warung, sempat juga melihat kalau Ijan dibawa laki-laki. Laki-laki itu sempat ditawari ojek tapi malah memilih naik angkutan umum KWT 09 jurusan Kalisari-Cililitan. Orang warung nggak curiga juga," sambung Rokayah.
Ijan merupakan anak pertama pasangan Nurhayati dan Andjar. Andjar bekerja di produksi donat J.Co sedangkan istrinya bekerja sebagai kasir di Plaza Abda. Karena orangtuanya bekerja, Ijan selalu dititipkan ke neneknya. Pihak keluarga mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Metro Pasar Rebo.
(gun/nvt)










































