Hasil Otopsi 5 Gajah Mati di Riau Terindikasi Diracun

Hasil Otopsi 5 Gajah Mati di Riau Terindikasi Diracun

- detikNews
Minggu, 28 Nov 2010 12:23 WIB
Hasil Otopsi 5 Gajah Mati di Riau Terindikasi Diracun
Pekanbaru - Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Rengat, telah melakukan otopsi terhadap 5 ekor gajah liar yang mati secara tak wajar. Hasilnya, kuat dugaan gajah ini mati karena termakan racun.

Kesimpulan sementara  ini disampaikan Persatuan Dokter Hewan, dari Bukittinggi, Sumatera Barat, Wisnu Wardana  saat dihubungi detikcom, Minggu (28/11/2010). Menurutnya, otopsi sudah di lakukan pada Sabtu (27/11/2010) sore.

"Hasil otopsi yang kita lakukan, di dalam tubuh gajah ini ditemukan pendarahan di saluran percernaan. Ini mengindikasikan bahwa gajah itu diracun. Racun yang biasanya dilakukan untuk membunuh gajah jenis pospor dan sianida. Walau demikian untuk memastikan sampel hasil otopsi akan dikirim ke labfor Bukittinggi dan Bogor," kata Wisnu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wisnu menjelaskan, ciri fisik yang terlihat dari 5 ekor gajah ini semuanya mengeluarkan darah dari mulutnya. Ciri ini menunjukan bahwa kematian gajah tersebut mati tak wajar yaitu termakan racun.

"Jika gajah mati disebabkan penyakit, maka biasanya tidak akan mengeluarkan darah. Apalagi kematian gajah ini dalam satu lokasi yang saling berdekatan," terang Wisnu.

Gajah yang mati ini, lanjut Wisnu, kemungkinan  termakan racun yang jaraknya paling jauh 2 km dari tempat kematiannya. "Karena setelah racun dimakan, gajah masih sempat bertahan beberapa jam dan biasanya masih mampu berjalan paling jauh 2 km," jelas Wisnu.

Sementara itu, aktivis WWF Riau, Soemantri menyebut, 5 ekor gajah ini yang mati
ini, terdiri satu jantan empat betina. Usianya diperkirakan antara 3 tahun sampai 7 tahun.

"Kalau melihat usia gajah yang mati ini, maka indikasi mati karena perburuan gading sangat tidak mungkin. Jadi kita juga menduga gajah ini mati sengaja diracun karena mungkin dianggap mengganggu perkebunan milik warga," jelas Abeng, begitu sapaan akrabnya.

WWF mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pembunuhan gajah ini. Siapapun yang terlibat dalam pembunuhan ini harus segera ditangkap.

"Bila hukum lingkungan tidak ditegakkan, maka kasus yang sama akan terus berulang di Riau ini. Polisi tidak boleh tinggal diam dalam kasus ini," harap Abeng.

(cha/gun)


Berita Terkait