Suporter PSM yang tidak terima tim nya kalah, akhirnya melakukan tindakan anarkis. Mereka melempari hakim garis serta pemain Semen Padang dengan batu atau balok kayu. Panitia pertandingan kemudian membalas aksi mereka dengan ikut melempar batu juga.
Tidak cukup, massa yang marah juga merusak pagar pengaman Stadion Andi Matalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/11/2010). Setelah rusak, massa kemudian menyerbu ke lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung ratusan polisi dari Brimob Polda Sulsel langsung mengamankan lokasi. Polisi terlihat menembakan gas air mata untuk menghalau massa.
Akibat kejadian ini, empat warga serta seorang polisi menjadi korban lemparan batu. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kejadian ini terjadi di menit ke-87. PSM Makassar berada dalam kondisi tertinggal setelah Semen Padang lebih dulu melesakan gol di menit ke-59.
Massa marah karena wasit tidak memberi hadiah penalti kepada tuan rumah. Pertandingan akhirnya dihentikan dan Semen Padang keluar sebagai pemenang.
(mok/mok)











































