"Disinyalir DRM (Dewi Roro Mendut) korban perdagangan orang. Majikan ke empatnya Abu Bandar sudah ditangkap," kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur saat dihubungi detikcom, Jumat (26/11/2010).
Roro Mendut, diamankan oleh polisi Kota Hail (600 Km dari Riyadh), atas kerjasama dengan kerja sama dengan KBRI. Roro Mendut menjadi korban perdagangan manusia, dan telah bergonta-ganti majikan.
"DRM saat ini disimpan di Penampungan kementrian Sosial Hail. Dalam 2 hari ini Insya Allah akan kita pindahkan ke Penampungan KBRI di Riyadh, setelah berita acara kepepolisian selesai," imbuh Gatot.
Gatot juga memastikan kondisi Roro Mendut dalam keadaan baik. "Gajinya sudah dibayar," tutupnya.
Dewi sejak Maret 2010 lalu pergi ke Saudi dan tinggal bersama majikannya bernama Nora di Kota Hail. Sesekali Dewi pernah mengirim kabar, dengan meminjam telepon genggam TKW lain yang dia temui saat majikan TKW tersebut datang bertamu ke rumah majikan Dewi.
Saat mengontak Anik, TKW asal Jember itu meminta tolong ingin segera pulang. Dia tidak tahan disiksa majikannya di Saudi. Hingga kontak terakhir 14 November, Dewi bahkan sampai mengeluh mesti pulang menjadi jenazah atau cacat dahulu baru digubris pemerintah. Keluarga Anik sudah meminta bantuan BNP2TKI namun tidak pernah direspons.
(iy/ndr)











































