Bibit Tak Persoalkan Busyro Pernah Diperiksa KPK

Bibit Tak Persoalkan Busyro Pernah Diperiksa KPK

- detikNews
Jumat, 26 Nov 2010 18:54 WIB
Bibit Tak Persoalkan Busyro Pernah Diperiksa KPK
Jakarta - Ketua KPK terpilih Busyro Muqoddas ternyata pernah diperiksa oleh lembaga yang akan dipimpinnya tersebut. Meski begitu, Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto sama sekali tidak mempermasalahkan hal ini.

Adalah kasus suap lahan tanah pada tahun 2007 yang sempat membuat Busyro
dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi. Kasus ini sendiri menghadirkan
Irawady Joenoes, anggota Komisi Yudisial yang akhirnya dinonaktifkan, sebagai terpidana.

Irawady tertangkap tangan oleh penyidik KPK sedang bertransaksi dengan Freddy Santoso, pengusaha yang tanahnya di Kramat Raya, Jakarta, dibeli KY untuk calon kantor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditemukan uang USD 30 ribu di dalam kantong mantan kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro itu. Tak hanya itu, uang Rp 600 juta juga ditemukan di dalam tas yang menurut Freddy memang sengaja diserahkan ke Irawady.

Namun dalam pengakuannya, Irawady mengatakan, ia hanya menjalankan surat tugas dari Busyro yang saat itu menjabat sebagai Ketua KY. Pengakuan
Irawady itulah yang memicu pemeriksaan Busyro oleh KPK.

Namun, dalih bahwa Irawady bertemu Freddy dalam rangka menjalankan tugas KY
dibantah oleh rekan Irawady sesama anggota KY, Soekotjo Soeparto. Kata dia, surat tugas No. 37/GAS/P.KY/IX/2007 yang ditandatangani Busyro tidak berkaitan dengan pengadaan tanah untuk gedung baru KY, melainkan adalah perintah untuk melakukan supervisi. Tugas itu sudah ada sejak KY berdiri.

Atas dasar itu, Busyro pun lantas hanya 'numpang lewat' menjalani pemeriksaan di KPK. Kasus ini lantas lambat laun tenggelam dari pembicaraan publik.

Bibit pun tidak mempersoalkan rekam jejak Busyro yang pernah menjalani pemeriksaan di KPK. Menurut Wakil Ketua Bidang Penindakan ini, Busyro tetap
layak menjabat sebagai ketua, karena dia dulu hanya diperiksa sebagai saksi.

"Nggak masalah kecuali dia bersalah," terang Bibit kepada wartawan di Kantor
KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (26/11/2010).


(fjr/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads