"Program pertama saya percepatan reformasi birokrasi di Kejaksaan, ada dua hal yaitu berkaitan dengan sumber daya manusia dan kemampuan teknis pelaksanaan di lapangan," ujar Basrief usai dilantik menjadi Jaksa Agung oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (26/11/2010).
Meski demikian, Basrief tidak akan melakukan perombakan besar-besaran di tubuh korps Adhiyaksa. "Masa baru masuk langsung merombak," ujarnya singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus prioritas, Sisminbakum dan gonjang-ganjing kasus Gayus. Soal target waktu, nanti saya akan minta, tapi saya lihat dulu target menyelidikan sampai mana, itu terkait juga pengajuan bukti-bukti," terangnya.
Ia pun berjanji akan mengusut jaksa-jaksa nakal yang banyak bermain dalam kasus Gayus Tambunan. "Kita akan ambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku," imbuhnya.
Basrief Arief bukan orang baru di korps Adhyaksa, ia pernah menjadi Kajari Belawan, Sumut, Kajari Cibinong, Jabar lalu Kajari Jakarta Pusat setelah itu dirinya menjadi Asisten Pidum Kejati DKI Jakarta.
Pria yang pensiun 3 tahun lalu ini sempat menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung di era Abdul Rahman Saleh. Basrief pernah menjadi Ketua Tim Pencari Terpidana Korupsi yang dibentuk oleh Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.
Di era kepemimpinan Basrief, Tim Pencari Terpidana Korupsi berhasil menangkap bekas Direktur Bank Sertivia, David Nusa Wijaya, yang merupakan terpidana kasus korupsi dana BLBI senilai Rp 1,3 triliun. Basrief digantikan oleh Muchtar Arifin pada 2007 karena telah memasuki masa pensiun.
(her/nrl)











































