Pengamatan detikcom, Jumat (26/11/2010), Sekretaris Satgas, Denny Indrayana yang mengenakan setelan jas berwarna abu-abu tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, Denny menolak menjawab pertanyaan saat dicecar wartawan.
Anggota Satgas Mas Ahmad Santosa rupanya telah lebih dulu datang ketimbang Denny. Namun pria yang akrab disapa Ota ini tidak masuk lewat pintu depan, melainkan via pintu samping sehingga tidak diketahui wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herman langsung bertolak pergi keluar Kantor KPK setelah 5 menit berada di dalam Gedung KPK. Herman juga menolak berkomentar dan cepat-cepat meninggalkan Gedung KPK.
Juru Bicara KPK, Johan Budi, sebelumnya mengatakan pertemuan Satgas dengan KPK akan membahas koordinasi penanganan Kasus Gayus yang selama ini ditangani oleh Kepolisian.
"Agenda pertemuan soal Gayus dan koordinasi terkait itu," kata Johan dalam pesan singkat kepada detikcom, Jumat (25/11/2010) pagi.
Pihak KPK sebelumnya telah mengadakan koordinasi dengan Kepolisian terkait kasus Gayus. Pada Selasa (23/11/2010), pimpinan KPK Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, dan M Jasin menemui Kapolri Komjen Pol Timur Pradopo di Mabes Polri.
Keempatnya berkodinasi soal penanganan kasus Gayus yang terkait dugaan suap atas pelesirnya mantan pegawai pajak itu ke Nusa Dua, Bali. Namun dalam kesempatan itu belum dibahas adanya pengambilalihan kasus dari Kepolisian kepada KPK.
Pihak Satgas telah setuju agar kasus Gayus ini penanganannya diserahkan kepada KPK. Alasannya, KPK berpeluang untuk masuk dalam kasus ini karena tidak bertentangan dengan peraturan yang ada.
"Jika ada kemungkinan KPK ikut masuk maka itu akan lebih baik. Apalagi dimungkinkan oleh UU," kata Sekretaris Satgas Denny Indrayana dalam jumpa pers di kantornya, Jl Veteran, Jakpus, Rabu (24/11/2010).
(fjr/aan)










































