"Keraguan bagian dari koreksi untuk memberikan semangat. Yang peting ke depan kita lebih semangat lagi dan lebih memperhatikan aspirasi masyarakat dalam penegakan hukum," komentar Darmono usai mendampingi SBY jumpa pers di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (26/11/2010).
Darmono juga tidak menampik bila dengan terpilihnya Basrief Arief tidak membawa perubahan bagi korps Adhyaksa. Hal tersebut dikarenakan alumni FH Pascasarjana Unpad dan FH Universitas Andalas itu bukan orang baru di lingkungan kejaksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Basrief Arief bukan orang baru di korps Adhyaksa, pria kelahiran Tanjung Enim, Sumsel, 1947 lalu ini pernah menjadi Kajari Belawan, Sumut, Kajari Cibinong, Jabar lalu Kajari Jakarta Pusat setelah itu dirinya menjadi Asisten Pidum Kejati DKI Jakarta.
Pria yang pensiun 3 tahun lalu ini sempat menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung di era Abdul Rahman Saleh. Basrief pernah menjadi Ketua Tim Pemburu Koruptor yang dibentuk oleh Kementerian Politik Hukum dan Keamanan.
Di era kepemimpinan Basrief, Tim Pemburu Koruptor menangkap bekas Direktur Bank Sertivia, David Nusa Wijaya, yang merupakan terpidana kasus korupsi dana BLBI senilai Rp 1,3 triliun. Basrief digantikan oleh Muchtar Arifin pada 2007 karena telah memasuki masa pensiun.
Saat berita ini diturunkan, Basrief sedang dilantik sebagai Jaksa Agung oleh Presiden SBY di Istana Negara.
(her/nrl)











































