Pantauan detikcom di DPRD Tangsel, Jl Raya Serpong, Jumat (26/11/2010), peristiwa mati lampu itu terjadi saat Asda 1 Provinsi Banten, Syarifudin Ismail, yang mewakilki Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berpidato.
Di tengah Syarifudin berpidato, seluruh ruangan mendadak menjadi gelap, karena mati listrik. Kejadian ini sebenarnya sebenarnya sudah sering terjadi ketika DPRD Tangsel melakukan rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira, meski harus beremang-remang, saya harus lanjutkan," ujar Syarifudin, yang disusul gemuruh tawa para tamu undangan yang hadir.
Tidak lama Syarifudin menyelesaikan pidatonya, acara pun ditutup dengan pembacaan doa. Disaat pembacaan doa itu, listrik kembali hidup. Namun, kejadian tak mengenakan kembali terjadi.
Pada saat Ketua DPRD Kota Tangsel Bambang P Rachmadi mengetuk palu, tiba-tiba palu itu patah menjadi dua. Tak ayal, tamu kembali tertawa terbahak-bahak.
Atas peristiwa itu, Sekretaris DPRD Tangsel Rahmat Salam meminta maaf. "Ini tidak ada sabotase. Mati lampu dan palu patah adalah kesalahan kami. Namun, soal matinya lampu, kami sudah melakukan antisipasi sebelumnya dengan menghidupkan genset. Namun, genset kami terbakar, sehingga padam," katanya.
(irw/nrl)











































