Rindu Warni Bertemu Putrinya yang 8 Tahun Disekap Majikan di Irak

Derita TKW

Rindu Warni Bertemu Putrinya yang 8 Tahun Disekap Majikan di Irak

- detikNews
Jumat, 26 Nov 2010 13:46 WIB
Rindu Warni Bertemu Putrinya yang 8 Tahun Disekap Majikan di Irak
Jakarta - Wajah keriput Warni (61) dibaluri air mata. Ia tidak bisa menahan tangis ketika menceritakan nasib anaknya, Sugiarti (28), yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Irak. Selama delapan tahun, Sugiarti tidak pernah pulang.

"Saya minta bantuan pemerintah untuk menjemput. Anak saya sudah 8 tahun disekap," kata Warni saat dijumpai di sela-sela aksi Migrant Care, LSM yang bergerak di bidang perlindungan TKI, di depan Istana Negara, Jl Merdeka Selatan, Jumat (26/11/2010).

Saat pergi menjadi TKW, Sugiarti berstatus janda dengan satu anak berusia 2 tahun. Anak perempuan yang sekarang kelas 6 SD itu juga ikut bersama Warni. Ia dan cucunya itu kini tinggal di rumah milik adiknya di Manggarai, Jakarta Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warni, yang merupakan warga Desa Linggar Jaya, Kecamatan Linggar Jaya, Indramayu, ini menuturkan riwayat kepergian Sugiarti ke luar negeri. Awal tahun 2003, Sugiarti diberangkatkan oleh sebuah biro TKW ke Yordania. Beberapa saat setelah putrinya pergi, ia mengaku langsung hilang kontak selama 2 tahun.

"Tahun 2005 ia menelepon dan cerita, 'saya nggak di Yordan, tapi di Irak," ucap Warni menirukan anaknya. Saat berbicara melalui telepon itu, Warni mendengar suara-suara mirip bom di belakang Sugiarti. Kata anaknya, Irak sedang dilanda perang. Banyak orang mati. Sugiarti minta doa supaya tetap selamat.

Namun, Sugiarti justru tidak aman dari majikannya sendiri, Ahmad Abdul Ganawi. Sugiarti bisa menelepon ke tanah air berkat belas kasihan menantu majikannya. Namun, tiap kali ketahuan, ia langsung disiksa Gawani dengan menggunakan ikat pinggang.

"Saya nggak boleh ke luar rumah. Buang sampah saja majikan yang buang," kata Sugiarti kepada Warni.

Setelah tahun 2005 itu, tidak ada kabar lagi dari Sugiarti. Lalu pada tahun 2009 tiba-tiba perempuan satu anak itu menelepon. Namun, bukan kabar gembira yang diterima Warni. Sugiarti mengaku melahirkan anak dari majikannya. Tak hanya itu, sang majikan meminta agar bayi itu dititipkan ke rumah sakit.

"Mak, anak saya sudah lahir perempuan, tapi disuruh dikasih ke rumah sakit saja, karena kalau di sini, yang dihargai bayi laki-laki," ucap nenek berkerudung warna coklat itu mengungkap kembali kata-kata anaknya.

Warni mengaku telah melakukan berbagai cara supaya anaknya dapat kembali ke rumah, termasuk meminta bantuan pemerintah. Namun, hasilnya nihil. Pada saat digelar pemilukada di Indramayu beberapa waktu lalu, seorang calon bupati berjanji mempertemukan dia dengan anaknya, tapi tidak terealisasi.

Karena habis pikir, Warni pergi ke dukun. "Foto anak saya tinggal satu. Dulu ada dua album, tapi habis buat dikasih ke dukun, katanya biar dicari sama dukun. Biar majikannya diputir giling (disantet), saya iya-iya saja," katanya.

Gara-gara uangnya habis untuk membayar dukun itu, Warni mengaku sampai menjual rumahnya di kampung. Ia sempat menumpang di rumah tetangga sebelum akhirnya pindah ke tempat adiknya di Manggarai.

"Saya nggak tahu mengadu di mana. Saya ingin ketemu. Dia dulu cerita sudah kurus sekali. Kadang 2 hari sekali dijatah makan," kata Warni pilu.

(irw/nrl)


Berita Terkait