Jadi Jaksa Agung, Basrief Kebanjiran Karangan Bunga

Jadi Jaksa Agung, Basrief Kebanjiran Karangan Bunga

- detikNews
Jumat, 26 Nov 2010 13:38 WIB
Jadi Jaksa Agung, Basrief Kebanjiran Karangan Bunga
Jakarta - Teka-teki siapa Jaksa Agung dijawab Presiden SBY kemarin dengan memilih Basrief Arief. Puluhan karangan bunga pun membanjiri kediaman Basrief yang berlantai dua itu.

Rumah Basrief pada Jumat (26/11/2010) siang ini tampak ramai. Puluhan kerabatnya berkumpul di rumahnya yang berlokasi di Jalan Tanjung Duren Utara 3 RT 9 RW 3 No 164, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Puluhan karangan bunga berjajar rapi di sepanjang jalan di depan rumah dan di halaman rumah bercat putih dan berpagar coklat itu. Kebanyakan karangan bunga dikirim oleh Kejati dan Kejari. Misalnya saja Kejati DKI, Kejati DIY, Kejati Lampung dan Kejari Jakarta Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selamat atas dilantiknya Bapak Basrief Arif sebagai Jaksa Agung RI." Begitu tulisan dalam karangan bunga yang dikirim Wakil Kajati Lampung, Hidayatulloh.

Basrief dan keluarganya tampak berdoa bersama di ruang tamu sebelum meninggalkan rumah menuju upacara pelantikannya sebagai Jaksa Agung di Istana. Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung di era Abdul Rahman Saleh ini mengenakan kemeja putih dengan balutan jas hitam. Celana panjang hitam, dasi dan keci senada turut melengkapi penampilannya. Sedangkan sang istri, tampak anggun dengan kebaya biru muda dan rambut yang disanggul.

Pukul 13.30 WIB, Basrief dan istri meninggalkan rumah menuju Istana. "Minta doanya ya supaya lancar," ujar pria berkumis ini kepada wartawan sambil masuk ke mobil Crown bernopol B 1898 RFS.

Satu voorijder memandu mobil pria 63 tahun ini. Sedangkan di belakangnya, beberapa mobil lain turut mengawal. Rencananya, pelantikan akan digelar pukul 15.00 WIB.

Basrief adalah alumnus FH Universitas Andalas dan Pasca Sarjana FH Unpad itu pernah menjadi Ketua Tim Pemburu Koruptor yang dibentuk oleh Kementerian Politik Hukum dan Keamanan.

Di era kepemimpinan Basrief, Tim Pemburu Koruptor menangkap bekas Direktur Bank Sertivia, David Nusa Wijaya, yang merupakan terpidana kasus korupsi dana BLBI senilai Rp 1,3 triliun. Basrief digantikan oleh Muchtar Arifin pada 2007 karena telah memasuki masa pensiun.
(vit/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads