Pertunjukan teater sederhana itu dimainkan oleh sekitar 30 orang angggota Migrant Care. Mereka membagi peran sebagai TKI yang bekerja di Timur Tengah dan para majikan. Sebuah replika HP berukuran raksasa tampak dibawa untuk atribut pentas.
Pada adegan pertama, digambarkan seorang TKI yang tengah terancam penyiksaan mengirim SMS kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengetik kata "REG DISIKSA", lalu mengirimkan SMS itu dengan panik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(HP) ini tidak solutif," kata Anis Hidayah, Direktur Migrant Care, dalam orasi yang menyertai aksi teatrikal di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (26/11/2010).
Teatrikal itu juga menampilkan adegan seorang TKI menelepon Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat. Ceritanya, TKI itu juga sedang menghadapi penyiksaan majikan dan meminta bantuan Jumhur.
"Tenang, tenang, saya akan ke situ secepatnya, wuss," ujar seorang yang memerankan tokoh Jumhur. Baru beberapa saat setelah telepon ditutup, HP milik TKI itu direbut majikan dan ia disiksa.
Teatrikal yang berlangsung tidak lama itu dipenuhi oleh tawa peserta aksi lainnya. Secara umum, aksi ini berlangsung tertib. Sejumlah aparat tampak menjaga aksi yang persisnya digelar di pintu masuk menuju Monumen Nasional (Monas) itu. Hingga pukul 11.00 WIB, aksi masih berlangsung. (irw/nrl)











































