"Dia satu-satunya anak perempuan dalam keluarga, dia kemari ingin mencari uang untuk kuliah. Kita bilang nanti kalau ingin kuliah kita akan bantu, insya Allah," kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP dan PA) Linda Agum Gumelar di Kantor Misi Haji Indonesia, Madinah, Kamis (25/11/2010).
Linda didampingi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur, Konjen RI di Jeddah Zakari Anshar menjenguk Sumiati yang masih dirawat di RS King Fahad Madinah. Linda khusus membawakan lapis legit dan mangga untuk Sumiati. Kedatangan Linda untuk memberikan dukungan mental agar Sumiati segera sembuh. Selain itu juga untuk mengetahui proses hukum Sumiati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami potong lapis legitnya, ia memakannya sampai enam potong, ia juga memakan mangga. Kondisinya sudah mulai membaik," kata Endang.
Arab Saudi berkomitmen untuk melakukan pengobatan Sumiati secara menyeluruh hingga sembuh. Setelah dilakukan operasi kulit kepala, secara bertahap Sumiati akan menjalani operasi hidung, bibir dan telinga. Selain itu juga disiapkan psikiater untuk mememulihkan trauma Sumiati.
Linda memastikan RS King Fahad sudah menangani luka Sumiati dengan cepat dan memberikan fasilitas yang luar biasa. Selain itu, di RS King Fahad, Sumiati ditemani staf KJRI Jeddah, Kurniati selama 24 jam. Perawat RS King Fahad juga banyak yang berasal dari Indonesia sehingga anak pasangan Makani dan Salam Mustafa itu bisa merasa nyaman.
"Yang sementara ini langkahnya operasi di muka ya, setelah kepala akan dilanjutkan hidung, telinga dan gigi diperbaiki. Sampai tuntas pengobatan akan dilakukan di Saudi Arabia. Untuk menghilangkan trauma juga disiapkan," kata Linda.
Hingga kini RS King Fahad melarang Sumiati difoto. Rombongan Linda pun dilarang mengambil gambar Sumiati walaupun dengan alasan untuk laporan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "RS yang melarang untuk menghormati pasien agar tidak dipublikasikan dalam kondisi yang kurang baik," kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur.
Mengenai antisipasi agar kasus Sumiati tidak terulang, saat ini sudah dibentuk tim yang diketuai Menakertrans Muhaimin Iskandar untuk melakukan investigasi dan evaluasi atas kasus-kasus yang menimpa TKI. Pihak kementerian PP dan PA juga masuk dalam tim tersebut.
"Kita sedang kaji sejauh mana langkah-langakh yang harus dilakukan, terus kemungkinan yang harus dilakukan, utamanya penanganan di dalam negeri, persiapan TKI harus betul-betul memenuhi peraturan yang sudah ditentukan," papar Linda.
(iy/nvc)











































