"Coba lihat alasan Golkar maksa voting apa, jangankan anda, kodok pun tertawa," ujar Ruhut usai pemilihan Ketua KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2010).
Hal tersebut disampaikan Ruhut mengomentari sikap ngotot Golkar memaksakan agar Ketua KPK dipilih secara voting. Padahal, 8 fraksi lain sudah sepakat agar Busyro Muqoddas dipilih secara aklamasi menjadi Ketua KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut menuturkan, sikap ngotot Golkar juga tidak ada gunanya. Akhirnya Busyro tetap terpilih dengan suara terbanyak menjadi Ketua KPK.
"Padahal suaranya tidak ada. Lihatlah kami bulat," pamer Ruhut.
Ruhut pun mengingatkan agar Golkar lebih memahami semangat yang dibangun Setgab. Menurut Ruhut, seharusnya anggota Setgab koalisi mengurangi pertentangan yang tidak perlu.
Sementara itu, anggota Komisi III DPR dari FPG, Nudirman Munir, mengaku puas dengan hasil voting. Nudirman menilai keputusan voting adalah hasil terbaik.
"Kalau begini kan kita puas walaupun kalah," ujar Nudirman yang sejak awal bersikukuh agar Ketua KPK dipilih secara voting.
Seperti diberitakan sebelumnya akhirnya Busyro Muqoddas terpilih menjadi Ketua KPK. Dalam voting di Komisi III DPR, Busyro mendapatkan 43 suara, disusul Bibit S Rianto (10 suara), dan M Yasin (2 suara).
(van/rdf)











































