Ratusan ternak sapi yang dibakar kali ini sebagian besar berasal dari wilayah Desa Glagaharjo, Kepuharjo dan Umbulharjo Cangkringan yang berjarak sekitar 5-7 km dari puncak Merapi.
Pembakaran dilakukan dengan menggunakan kayu dan bakar di lokasi-lokasi ditemukannya bangkai tersebut.
"Saat ini tidak bisa dilakukan dengan cara penguburan, pembakaran akan lebih efektif dan cepat mengingat kondisi status Merapi masih awas. Namun, kami juga ada kendala yakni kurangnya tenaga," kataย Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kabupaten Sleman, Riyadi Martoyo, kepada wartawan, Kamis (25/11/2010).
Menurut Riyadi, pembakaran itu dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan bisa berjalan cepat.
Pemusnahan dilakukan di sekitar Dusun Jambu dan Batur Desa Kepuharjo serta Dusun Pangukrejo Desa Umbulharjo yang berada di sebelah timur Kali Kuning.
"Selama 3 hari ini telah membakar 221 ekor di Dusun Pangukrejo Umbulharjo dan Jambu Kepuharjo. Sebelumnya di Dusun Srunen juga telah dilakukan pembakaran," kata Riyadi.
Setelah dibakar, kata dia, bangkai ternak tersebut disemprot dengan cairan probiotik agar cepat terurai dengan tanah. Probiotik ini adalah bakteri pengurai bukan larutan bahan kimia, namun bisa bekerja cepat mengurai dan mempercepat pemusnahan bau dan bangkai secara fisik.
(bgs/aan)











































