"Dia kalau kerja nggak banyak ngomong. Diam saja. Dia juga nggak bilang kalau punya istri yang lagi kerja di Arab. Kita juga nggak tahu darimana datangnya, kampungnya dimana. Dia jarang bergaul," kata seorang pegawai toko material yang enggan disebut namanya di toko material, Jl Balai Rakyat RT 12 RW 1, Kampung Gempol, Cakung Timur, Jakarta Timur, Kamis (25/11/2010).
Rekan kerja JA itu mengatakan, sehari sebelum Narsih ditemukan tewas, karyawan baru tahu JA punya istri yang jauh lebih muda dari usianya. Saat itu Narsih memang menginap semalam di salah satu bedeng yang biasa ditinggali suaminya di lingkungan toko material. Selama 6 bulan bekerja, JA memang tinggal di bedeng berukuran kurang lebih 3 meter persegi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JA pada saat datang ke toko material 6 bulan lalu memang tidak membawa seorang pun. JA datang langsung ke toko untuk mencari pekerjaan. JA kemudian langsung dipertemukan dengan pemilik toko. Setelah itu mandor toko, Wito yang mengantarkan JA bekerja di toko.
"Dia tinggal sendirian di bedeng itu. Kita ada yang tinggal di sini, ada juga yang pulang," jelasnya.
Menurut karyawan toko tersebut, sebelum Narsih ditemukan tewas, memang sempat terdengar cekcok antara JA dan Narsih. Namun tidak begitu jelas apa yang menjadi permasalahan adu mulut pasutri tersebut.
Pantauan detikcom, toko material untuk hari ini ditutup. TKP pembunuhan Narsih sudah diberi garis polisi.Tidak seorang pun yang diperbolehkan masuk. Meski toko ditutup, beberapa karyawan toko masih lalu lalang di sekitar toko.
Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Jaktim Kompol Dodi Rahmawan mengatakan, masih belum diketahui motif pembunuhan Narsih. Polisi masih terus memburu JA yang diduga sebagai pembunuh Narsih.
Di bagian kepala Narsih ditemukan ada luka bekas hantaman benda keras yang diduga martil. Sedangkan di perut Narsih terdapat luka diduga bekas kampak.
(gus/fay)











































