"Kita sudah jelaskan kepada masyarakat agar tidak terlalu percaya akan isu tersebut. Sebab, sampai sekarang tidak ada satu lembaga apapun yang bisa memastikan kapan terjadinya gempa dan tsunami itu," kata Karo Humas Pemprov Sumbar, Surya Budi, kepada detikcom, Kamis (25/11/2010).
Surya menjelaskan, sebagian masyarakat ada yang termakan isu yang menyebutkan bahwa lembaga di Jerman dan Jepang mengatakan hari ini bakal terjadi gempa dan tsunami yang lebih dahsyat dari yang pernah ada di Sumbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam menyikapi isu gempa dam tsunami yang masih menyebar ke masyarakat, pihak Pemprov Sumbar dan Pemkot Kota Padang, bekerjasama untuk mengumpulkan para ustadz dan mubhaliq se- Kota Padang.
"Hari ini para pemuka agama berkumpul di kantor Walikota Padang. Ini sehubungan lewat pemuka agama pemerintah mengharapkan adanya kerjasama untuk menyadarkan masyarakat dalam menyikapi isu tersebut," kata Surya.
Surya berharap kerjasama dengan para ustadz dan mubhaliq ini bisa menyadarkan masyarakat agar tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi isu tersebut.
"Kita berharap lewat pendekatan agama ini, warga bisa menyadari bahwa soal kematian, rezeki, adalah urusan Allah SWT. Antisipasi terjadinya gempa, boleh-boleh saja, tapi jangan berlebihan hanya dengan isu ada warga yang mengungsi," kata Surya.
(cha/aan)











































