Scot Marciel didampingi Chief Volcano Disaster Assistant Program (VDEP) dari US Geological Survey (USGS) John S Pallister.
"Mereka datang untuk kerjasama membantu analisis dan membuat rekomendasi kebijakan mengatasi bencana Merapi," ujar Juru Bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat kepada wartawan usai pertemuan di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2010).
Yopie mengatakan, kerjasama AS dengan Indonesia menangani bencana bukan hal baru. Dalam pemberian rekomendasi pasca erupsi Merapi, AS sudah terlibat. Bahkan alat-alatnya sudah banyak yang dipasang.
"Kita banyak dapat bantuan. Peralatan datang kemari, kalau ditotal senilai US$ 241 ribu," kata Yopie.
Yopie menyebutkan, seluruh peralatan dari AS itu adalah alat-alat baru dan canggih. Alat itu diangkut dari Amerika, dan langsung diboyong ke Yogyakarta.
"Alatnya ada 20 truk, itu langsung dibawa ke Yogya," ucap Yopie.
Alat-alat salah satunya adalah 7 pengukur stasiun lapangan untuk pengukuran seismik, lengkap dengan seistometer, radio, dan tempat pemasangan di lapangan.
Selain bertemu dengan Dubes AS, Wapres hari ini juga dijadwalkan bertemu dengan Prof DR Sukamdani Sahid Gitosardjono, Pemimpin Umum Bisnis Indonesia. Lalu sorenya akan mengikuti rapat kabinet di Istana Negara yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
(gun/nwk)











































