Namun kerja keras para anggota Komisi III 'menyelidiki' Bambang dan Busyro bisa jadi bakal sia-sia. Sebabnya, pandangan akhir partai jadi landasan setiap anggotanya.
Menurut anggota Komisi III asal Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, seharusnya fraksi membebaskan anggotanya memilih berdasarkan hati nurani. Tidak perlu fraksi sampai harus mengarahkan anggotanya untuk memilih salah satu calon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin menjelaskan, anggota fraksilah yang tahu secara pasti kemampuan, keberanian serta idealisme Bambang atau Busyro. Sebab, lanjut Martin, mereka telah berdiskusi secara langsung dengan calon pimpinan itu.
"Sedangkan pimpinan partai kan tidak merasakan sendiri uji kelayakan itu," jelas Martin.
Menurut Martin, Gerindra sudah membebaskan anggotanya memilih siapa calon pimpinan KPK. Sedangkan Demokrat dan Golkar, masih harus menunggu arahan dari partai. Padahal beberapa anggota dari dua fraksi itu sudah memiliki jagoannya sendiri.
(mok/fay)










































